PT Tiga Puspa

Benjolan di Mulut Rahim? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Benjolan di Mulut Rahim? Ketahui Penyebabnya Berikut Ini!

Meskipun pada umumnya benjolan di mulut rahim tidak berbahaya, sebaiknya kondisi ini jangan dianggap remeh. Hal ini karena adanya benjolan tersebut bisa menjadi suatu gejala penyakit serius. Oleh sebab itu, mewaspadai serta memahami kemungkinan penyebab terjadinya benjolan di mulut rahim sangat penting untuk dilakukan supaya bisa dideteksi dari awal untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

 

Penyebab Benjolan di Mulut Rahim

Agar Anda menjadi lebih waspada, sebaiknya Anda mengenali beberapa penyebab yang memicu benjolan di mulut rahim berikut ini :

  1. Kista di bagian bibir vagina

Bibir vagina mempunyai berbagai jenis kelenjar misalnya kelenjar skene dan bartholin. Kelenjar ini bisa terinfeksi dan tersumbat karena suatu hal, hingga akhirnya menyebabkan kista. Kista sendiri merupakan kantong berisi nanah atau cairan yang biasanya terbentuk akibat infeksi atau trauma.

Kista bagi bagian bibir vagina memiliki ukuran kecil dan tidak terinfeksi, biasanya tidak menyebabkan gejala serta tidak memerlukan terapi khusus. Namun apabila kista tersebut terinfeksi dan menimbulkan gejala bengkak dan nyeri maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kista yang berasal dari kelenjar skene sangat jarang terjadi. Meskipun demikian, apabila kelenjar tersebut tersumbat, bisa membentuk kista di atas bibir vagina.

Kista bartholin merupakan jenis kista yang sering terbentuk di area bibir vagina. Kista ini terletak di bawah. Karena terletak di dekat mulut vagina, kista ini lebih sering terinfeksi, terlebih jika wanita mengalami keputihan karena infeksi bakteri.

Kuman yang sering mengakibatkan infeksi kista ini merupakan klamidia dan gonore. Apabila timbul benjolan yang terasa panas, nyeri, bengkak dan membuat penderita sulit berjalan, maka disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

  1. Kista di vagina

Kista pada vagina ini bisa terbentuk dengan ukuran sebesar kacang. Kista ini paling sering disebabkan akibat trauma saat melahirkan. Oleh sebab itu, jangan heran apabila setelah prosesi lahiran, ibu bisa menemukan sejumlah benjolan kecil pada dinding vagina. Yang perlu diketahui bahwasanya hal tersebut masih termasuk wajar.

Kista ini umunya tidak mengakibatkan gejala yang dapat mengganggu. Namun demikian, apabila ukuran kista terlalu besar bisa mengakibatkan gangguan ketika penderita melakukan hubungan intim. Jika hal ini terjadi segeralah untuk berkonsultasi kepada dokter.

  1. Sumbatan kelenjar lemak

Penyebab benjolan di mulut rahim juga bisa terjadi karena sumbatan kelenjar lemak, yaitu saat terdapat banyak kelenjar lemak pada vagina. Sumbatan kelenjar ini akhirnya memicu benjolan kecil dengan warna putih kekuningan, disebut sebagai fordyce spot. Meskipun dengan berjalannya usia benjolan ini bisa bertambah, namun jangan khawatir karena berjolan tersebut tidak berbahaya serta tidak membutuhkan terapi.

  1. Kelebihan kulit

Pada bibir vagina terkadang terdapat kulit lebih yang bisa memicu munculnya benjolan kecil. Hal ini tidak tergolong berbahaya dan juga tidak membutuhkan terapi. Namun, jika penderita merasa terganggu, kondisi kulit lebih tersebut bisa dihilangkan dengan jalan operasi kecil.

  1. Herpes simpleks

Terkena infeksi virus herpes simpleks pada bagian vagina juga bisa menjadi penyebab munculnya benjolan. Virus ini bisa menular melalui air cebok terkontaminasi atau melalui  hubungan seksual. Awalnya virus ini diam di dalam tubuh lalu terbangun saat sistem kekebalan tubuh seseorang sedang menurun. Oleh sebab itu, herpes simpleks bisa kambuh.

Infeksi pertama merupakan tahap yang paling berat. Namun, gejala berkurang menjadi lebih ringan apabila terjadi infeksi berikutnya. Gejala awal yang dirasakan berupa kesemutan dan rasa nyeri menjalar di area vagina yang selanjutnya bisa menyebar ke paha dan bokong.

Setelah itu, bisa timbul rasa nyeri pada bibir vagina, lalu diikuti munculnya lenting-lenting kecil. Jika lenting-lenting tersebut berjumlah banyak, bisa menyebabkan vagina menjadi bengkak. Selain itu, penderita juga bisa mengalami demam serta menggigil.

Apabila hal ini terjadi, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan. Hindari berhubungan seks dengan pasangan karena kondisi infeksi ini bisa menular.

  1. Kutil kelamin

Kondisi ini diakibatkan oleh infeksi virus HPV (human papillomavirus). Sama halnya seperti virus HSV, jenis virus ini bisa ditularkan lewat hubungan intim dan juga air cebok yang terkontaminasi.

Gejala awal akan muncul bintil-bintil kecil, kemudia lama kelamaan bisa bersatu hingga membesar seperti jengger ayam atau kembang kol. Kutil juga bisa memicu gejala gatal maupun rasa seperti terbakar. Apabila penderita mengalami gejala demikian, maka segera hubungi dokter untuksegera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Meskipun tidak termasuk penyakit yang berbahaya, namun beberapa jenis kutil pada kelamin bisa memicu timbulnya kanker di kemudian hari.

Apakah Anda memiliki benjolan di mulut rahim? Segera lakukan pengecekan supaya benjolan di mulut rahim tersebut tidak berkembang menjadi masalah yang mengganggu. Jangan ragu ataupun malu untuk berkonsultasi dengan dokter. Semakin cepat didiagnosis, maka kondisi tersebut juga akan semakin mudah untuk diobati.

Leave a Comment

Your email address will not be published.