PT Tiga Puspa

Efek Miom Pada Rahim yang Wajib Anda Waspadai

Efek Miom Pada Rahim yang Wajib Anda Waspadai

Miom adalah tumor jinak di dalam atau sekitar uterus yang memiliki sifat non kanker. Meski tidak tergolong tumor ganas, keberadaan miom dalam rahim tidak boleh diremehkan begitu saja. Sel otot rahim yang tumbuh abrnomal bisa mempengaruhi kesehatan wanita. Sebagian wanita yang memiliki miom dalam rahim acap tidak peduli dan mengabaikan gejala yang dialami. Padahal efek miom pada rahim yang lebih serius bisa sebabkan masalah kemandulan hingga keguguran janin, lho!

Kenali gejala miom sejak dini

Agar Anda bisa segera melakukan pemeriksaan dan penanganan ke dokter lebih lanjut, sebaiknya ketahui gejala miom sejak awal yaitu :

  1. Memiliki masa menstruasi lebih lama dengan darah menstruasi yang banyak.
  2. Mengalami rasa sakit atau nyeri di perut dan punggung bagian bawah.
  3. Menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman saat melakukan hubungan intim.
  4. Intensitas buang air kecil lebih sering.
  5. Susah BAB.
  6. Keguguran atau kemandulan

Belum ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab miom pada rahim yang dialami sebagian wanita di dunia. Namun, faktor keturunan memiliki pengaruh utama dalam kasus miom. Untuk wanita yang mengalami menstruasi lebih awal memiliki risiko lebih tinggi. Rentang usia wanita mengalami miom sekitar 16-50 tahun saat kadar estrogen sedang tinggi dan bisa menyusut setelah masa menopause. Efek miom pada rahim tidak boleh diremehkan karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan.

Efek miom pada rahim

Ukuran miom hanya sebesar kacang polong sehingga tidak perlu khawatir berlebihan. Wanita yang melahirkan anak memiliki risiko lebih kecil terkena miom. Namun, miom bisa juga berkembang lebih besar dari kacang polong atau lebih besar dari buah jeruk. Gejala miom seperti rasa sakit saat menstruasi, susah BAB, intensitas BAK yang sering bisa mengganggu kehidupan harian Anda, bukan?

Tidak menutup kemungkinan efek miom pada rahim bisa mempengaruhi produktivitas harian Anda. Pada tahap yang lebih serius, miom pada rahim bisa mengakibatkan pendarahan vagina dan infeksi saluran kemih. Anda harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Jika miom tumbuh besar di rahim, peluang wanita memiliki kehamilan bisa saja terganggu. Meski miom umum terjadi pada wanita yang belum hamil, namun tumor jinak non kanker bisa terjadi saat kehamilan. Apalagi wanita hamil memiliki kadar estrogen yang tinggi bisa menyebabkan miom semakin besar.

Bahayakah kondisi wanita hamil dengan miom? Efek miom pada rahim bisa mengakibatkan tiga hal berikut :

  1. Keguguran pada trimester pertama

Hal ini disebabkan oleh kondisi miom yang membesar dan mendorong janin tidak menempel pada dinding rahim. Risiko keguguran pada trimester pertama sangat tinggi. Sedangkan miom yang membesar seiring umur kehamilan bisa menyebabkan risiko pendarahan pada saat persalinan.

  1. Miom bisa menghalangi saluran janin

Wanita hamil yang memiliki miom memiliki risiko gangguan pada kehamilan. Meski jarang terjadi, kondisi pertumbuhan janin yang terganggu karena kekurangan asupan makanan dan oksigen bisa menyebabkan kematian dini.

  1. Miom sebabkan posisi bayi sungsang

Efek miom pada rahim bisa mendesak janin sampai plasenta bawah rahim, lho! Kondisi berbahaya yang bisa menyebabkan pendarahan persalinan dan kondisi bayi sungsang. Tindakan operasi caesar bisa dilakukan untuk melahirkan bayi sungsang dengan selamat.

Efek miom pada rahim wajib Anda ketahui guna melakukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Jangan menunggu gejala kalau Anda memiliki riwayat keluarga yang mengalami miom.

Penanganan dan pencegahan miom pada rahim

Wanita yang mengalami miom wajib segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Jika mengalami gejala yang disebutkan sebelumnya, Anda harus segera mencari informasi lebih lanjut. Dokter akan melakukan diagnosis miom pada rahim lewat wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan USG, MRI, HSG, dan biopsi. Pemberian obat-obatan menjadi penanganan kasus miom yang tidak berisiko.

Tindakan pengangkatan rahim menjadi solusi mengatasi miom yang sudah membesar dan bisa sebabkan masalah kesehatan lebih serius.  Meskipun miom bisa menyusut dan hilang tanpa pengobatan, sebaiknya tetap konsultasi dengan dokter agar Anda bisa menjalani masa kehamilan yang normal.

Untuk mencegah efek miom pada rahim, sebaiknya Anda menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut :

  1. Menjaga berat badan tetap ideal

Orang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas memiliki risiko terkena miom lebih besar. Pasalnya, produksi kadar estrogen pada wanita gemuk lebih besar dibandingkan wanita yang memiliki badan ideal.

  1. Kurangi konsumsi daging merah dan hindari alkohol.
  2. Meningkatkan pola makan sehat dengan perbanyak buah dan sayuran hijau.

Jangan biarkan efek miom pada rahim mengganggu kesehatan Anda dengan pemeriksaan medis secepatnya. Jika merasakan nyeri atau pendarahan vagina, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri agar bisa melakukan penanganan lebih lanjut. Risiko komplikasi kesehatan bisa Anda cegah sedini mungkin, lho!

Leave a Comment

Your email address will not be published.