PT Tiga Puspa

Kanker Darah Pada Anak, Seberapa Bahayakah?

Kanker darah merupakan kanker yang menyerang leukosit atau sel darah putih. Saat mengalami kanker darah, leukosit akan terus meningkat hingga tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berhubungan dengan infeksi. Penyakit ini bisa menyerang manusia di segala usia, namun nyatanya banyak ditemukan kasus penyakit kanker darah pada anak.

Penyebab terjadinya kanker darah pada anak seharusnya diketahui oleh para orang tua. Leukimia atau kanker darah ini adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya produksi sel yang berlebih dalam membentuk darah atau leukosit pada sumsum tulang belakang.

 

Penyebab Kanker Darah pada Anak

Leukimia terjadi karena adanya perubahan atau mutasi sifat genetik pada bagian sel darah, hingga akhirnya sel-sel tersebut tumbuh dengan tidak terkendali. Namun sampai sekarang ini, hal yang menimbulkan mutasi sel sebagai penyebab penyakit kanker darah ini masih belum diketahui secara jelas.

Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko kanker darah pada anak. Salah satu penyebab yang mungkin terjadi adalah kelainan genetik, misalnya sindrom Down, neurofibromaosis pada anak, sindrom Li-Fraumeni, dan juga anemia fanconi.

Disamping itu, ibu hamil yang banyak meminum alkohol serta terkena paparan radiasi diyakini bisa menjadi penyebab meningkatnya resiko kanker darah pada anak. Namun, pernyataan ini masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

 

Gejala Kanker Darah pada Anak

Kanker darah pada anak membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Apabila tidak segera diberikan penanganan, penyakit ini bisa membahayakan nyawa sang anak. Sebagai orang tua wajib untuk mengetahui beberapa gejala penyakit kanker darah yang harus diwaspadai, yakni:

  1. Wajah nampak pucat

Penyakit kanker darah bisa mengakibatkan penurunan eritrosit atau sel darah merah. Jumlah sel darah merah yang rendah bisa mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin di dalam darah, hingga akhirnya anak dapat mengalami anemia. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti mudah lelah, wajah pucat, lemas dan sesak napas.

  1. Rentan terkena infeksi

Bagi penderita kanker darah, sel darah putih yang berperan melindungi tubuh dari ancaman infeksi jumlahnya bertambah. Namun demikian, sel-sel tersebut tidak bisa berfungsi dengan normal. Kondisi ini mengakibatkan anak menjadi rentan terhadap infeksi dan ditandai dengan gejala demam berkepanjangan.

  1. Lebih mudah mengalami pendarahan

Penderita leukimia juga lebih mudah mengalami pendarahan akibat penurunan jumlah trombosit. Rendahnya jumlah trombosit ini mengganggu proses pembekuan darah hingga akhirnya terjadi perdarahanan. Gejalanya bisa berupa gusi berdarah, mudah memar dan sering mimisan.

  1. Merasakan nyeri tulang dan sendi

Nyeri pada bagian sendir dan tulang sering dirasakan oleh anak yang menderita leukimia. Kondisi ini diakibatkan oleh penumpukan leukosit abnormal pada bagian tersebut

  1. Sulit bernapas

Kanker darah pada anak bisa berpengaruh pada kelenjar timus. Hal ini karena letaknya pada leher, terjadinya pembengkakan di kelenjar ini bisa menekan trakea serta membuat anak menjadi sulit bernapas.

  1. Nyeri pada perut dan hilangnya nafsu makan

Apabila sel ambnormal pada ginjal, hati dan limpa menumpuk, maka organ tersebut bisa membengkak bahkan menekan organ yang lain. Kondisi ini bisa mengakibatkan nyeri pada bagian perut serta memberikan rasa yang tidak nyaman. Bagi anak yang mengalami leukimia, biasanya mereka sering kehilangan nafsu makan.

  1. Pembengkakan kelenjar

Leukosit pada Anda yang mengalami leukimia biasanya sering mengumpul pada kelenjar getah bening. Kondisi ini bisa mengakibatkan pembengkakan di kelenjar tersebut. Gejala yang mungkin terjadi berupa benjolan di dada, leher, pangkal paha dan ketiak.

 

Pencegahan Kanker Darah pada Anak

Untuk mencegah leukimia pada anak, Anda bisa memberikan asupan sehat dan bergizi seperti berikut:

  1. Pisang

Kandungan potasium dan juga kalium di dalam buah pisan sangat bagus untuk membantu mencegah leukimia pada anak.

  1. Jeruk

Buah jeruk mengandung vitamin C sangat tinggi yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya leukimia pada anak. Kandungan vitamin C diyakini mampu menghambat laju pertumbuhan sel leukosit yang menyebar.

  1. Brokoli

Di dalam brokoli terdapat kandungan senyawa alami yakni sulforaphane. Senyawa tersebut berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta membunuh senyawa karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

  1. Kembang kol

Kembang kol yang masih satu marga dengan sayur brokoli diyakini ampuh untuk mencegah resiko leukimia pada anak. Selain memiliki rasa yang segar, kandungan penting di dalam bunga kol sangat efektif untuk membantu menurunkan resiko terjadinya kanker darah.

Nah, itulah informasi seputar kanker darah pada anak yang sebaiknya selalu diwaspadai oleh semua orang tua. Saat anak menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakit leukimia tersebut, segeralah bawa ke dokter dan konsultasikan kepada dokter untuk memastikan penyebabnya dan juga mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Comment

Your email address will not be published.