PT Tiga Puspa

Kenali Penyakit Hipertiroidisme dan Waspadai Gejalanya

Penyakit Hipertiroidisme disebut juga tiroid yang terlalu aktif.  Sindrom ini muncul ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu pada leher bagian depan.  Hormon tiroid adalah hormone yang mengontrol organ tubuh dalam penggunaan energi. Denga demikian, hormone ini berpengaruh dalam ‘operasional’ organ tubuh. Bahkan hormone ini juga mempengaruhi detak jantung.

 

Cari Tahu Lebih Dalam Tentang Penyakit Hipertiroidisme

Mereka yang abai dengan penyakit Hipertiroidisme sejak dini akan menyebabkan masalah serius pada jantung, tulang, otot, siklus menstruasi, serta kesuburan.  Penyakit ini sebagian besar menyerang wanita, terlebih apabila wanita tersebut memiliki beberapa sindrom di bawah ini:

  1. Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  2. Memiliki masalah kesehatan termasuk  anemia pernisiosa atau kondisi karena kekurangan vitamin B12
  3. Menderita diabetes tipe 1
  4. Insufisiensi adrenal primer
  5. Gangguan hormonal
  6. Mengkonsumsi makanan yang dengan kandungan yodium NIH external link, seperti rumput laut, atau menggunakan obat-obatan yang mengandung yodium, seperti amiodarone NIH atau beberapa jenis obat jantung
  7. Wanita berusia 60 tahun keatas.

Penyakit Hipertiroidisme dapat menimbulkan penyakit lebih serius apabila seseorang sudah menderita pengentalan darah, stroke, dan jantung.  Bahkan, muncul pula penyakit mata yang disebut Graves’ ophthalmopathy yang dapat menyebabkan penglihatan ganda, sensitivitas cahaya dan juga penyakit pada mata.

 

Pertanda Penyakit Hipertiroidisme

Gejala hipertiroidisme bervariasi, tergantung dari kondisi individu. Pertanda paling umum adalah keinginan untuk cepat marah atau merasa cepat gugup. Sering kali, seseorang mengalami kelelahan atau kelemahan otot. Selain itu, penderita akan menderita demam atau mengalami susah tidur serta tangan gemetar.

Untuk kondisi yang lebih parah, penderita penyakit ini akan mengalami detak jantung yang jauh lebih cepat dan tidak teratur. Selain itu, berat badan turun drastis dan akan sering buang air besar atau diare. Gondok adalah salah satu pertanda terakhir yang menunjukkan tingkat penyakit yang cukup parah.

Ketahui Penyebabnya dan Segera Hindari

Salah satu penyebab penyakit Hipertiroidisme yang terutama adalah Graves disease. Penyakit ini adalah penyakit yang muncul karena penurunan imunitas tubuh karena hormon tiroid yang diproduksi secara berlebihan.  Penyakit hipertiroidisme yang disebabkan oleh tumor non-kanker dari kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak sangat jarang terjadi. Penyebab paling umum adalah konsumsi terlalu banyak yodium atau atau mengkonsumsi terlalu banyak obat hormon tiroid.

Namun, nodul tiroid yang terlalu aktif dapat menjadi salah satu pemicu. Nodul tiroid adalah benjolan pada tiroid manusia.  Nodul  yang muncul biasanya jinak sehingga tidak tidak bersifat kanker.  Tetapi, satu atau lebih nodul yang ada dapat menjadi sangat aktif serta menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.  Pengaruh usia menyebabkan munculnya nodul aktif yang semakin banyak.

Sedangkan radang tiroid merupakan gejala kebocoran hormon tiroid dimana hal ini akan menyebabkan inkubasi penyakit ini selama tiga bulan. Jika hal ini dibiarkan, maka tiroid tidak lagi aktif dimana hal ini disebut hipotiroidisme yang dapat berlangsung hingga setahun atau bahkan satu setengah tahun. Tak jarang, hal ini terjadi secara permanen.

 

Bahayakah Mengkonsumsi Terlalu Banyak Yodium?

Tiroid manusia menggunakan yodium untuk memproduksi hormon.  Jumlah yodium yang dikonsumsi mempengaruhi jumlah hormon tiroid yang dihasilkan oleh tiroid masing-masing individu.  Jangan dikira yodium hanya terdapat pada garam. Bahkan, beberapa jenis obat-obatan atau sirup obat batuk bahkan dapat mengandung banyak yodium.  Selain itu, suplemen berbasis rumput laut juga mengandung banyak yodium.

Selain itu, seseorang yang mengkonsumsi obat hormon tiroid untuk penyembuhan hipotiroidisme bisa jadi mengkonsumsi terlalu banyak.  Seharusnya, mereka yang mengkonsumsi obat ini perlu memeriksakan kadar hormon tiroid Anda paling tidak setahun sekali.  Dengan demikian, dokter dapat menyarankan dosis terbaik apabila kadar hormon tiroid seseorang terlalu tinggi.

 

Diagnosa dan Proses Penyembuhan

Dokter akan melakukan tes darah untuk memastikan diagnosis akan penyakit hipertiroidisme serta menemukan penyebabnya. Tes pemindaian tiroid dapat membantu diagnosa lebih cepat. Dokter akan memutuskan apakah pasien akan menerima obat-obatan, terapi radioiodine, atau operasi tiroid untuk mengobati hipertiroidisme.

Tujuan pengobatan adalah mengembalikan kadar normal hormon tiroid dalam pencegahan masalah kesehatan jangka panjang serta meredakan gejala sedini mungkin.  Jenis perawatan tergantung pada penyebab hipertiroidisme dan tingkat keparahan pasien.  Dokter akan mempertimbangkan usia saat merekomendasikan perawatan, tergantung apakah pasien memiliki kemungkinan alergi atau efek samping dari obat atau kondisi lain seperti kehamilan atau penyakit jantung.

 

Pengobatan

Beberapa jenis pengobatan adalah dengan menggunakan Beta blocker . Meskipun jenis pengobatan ini tidak menghentikan produksi hormon tiroid, tetapi paling tidak pengobatan ini dapat mengurangi gejala hingga pasien mendapatkan pengobatan dalam bentuk lain. Namun, beberapa dokter menyarankan terapi antitiroid dengan menyarankan pasien mengkonsumsi obat antitiroid. Terapi antitiroid adalah cara termudah untuk mengobati penyakit Hipertiroidisme.

Leave a Comment

Your email address will not be published.