PT Tiga Puspa

Mengenal Penyebab Kista Gigi, Pencegahan dan Pengobatannya

Pernahkah Anda mendengar istilah kista di gigi? Jika belum maka Anda perlu menyimak penjelasan di bawah ini. Kista gigi merupakan proses terbentuknya kantong yang berisi cairan di sekitar gusi dan gigi. Umumnya masalah kista gigi ini muncul karena adanya infeksi di bagian akar gigi yang telah mati. Meskipun tidak begitu berbahaya, namun kista jenis ini akan menimbulkan rasa sakit yang menyiksa dan terasa tidak nyaman bagi penderitanya.

Sebetulnya kista di gigi tidak selalu bergejala sehingga akan diketahui sesudah penderita memeriksakan giginya melalui foto rontgen tulang rahang dan susunan gigi. Padahal penanganan kista gigi dengan sedini mungkin sangat diperlukan supaya tidak menimbulkan masalah-masalah kesehatan gigi lainnya.

 

Penyebab Munculnya Kista di Gigi  

Kista di gigi terbentuk di bagian ujung akar gigi atau gusi sehingga akan menimbulkan pembengkakan di gusi yang tidak bisa hilang dengan sendirinya. Namun kista gigi yang terbentuk biasanya hanyalah satu, tetapi untuk beberapa kondisi bisa juga terbentuk lebih dari satu kista. Lalu apa saja penyebab munculnya kista gigi tersebut?

Berikut beberapa penjelasannya:

  1. Infeksi Gigi

Perlu Anda ketahui bahwa kista di gigi umumnya terjadi karena adanya infeksi yang dapat dikatakan cukup parah di sekitar gigi. Hal tersebut membuat gigi menjadi mati serta tidak bisa lagi berfungsi secara normal meski kondisi gigi tampak tertancap dengan kuat di gusi. Kista gigi tersebut biasanya terbentuk di bagian ujung akar gigi atau area gusi bagian atas hingga sekitar mahkota gigi.Meskipun sebagian besar kista gigi disebabkan karena infeksi, namun beberapa kasus kista tersebut juga bisa terjadi karena faktor penyakit genetik atau turunan.

  1. Gigi Berlubang

Kista di gigi salah satunya juga bisa disebabkan oleh gigi berlubang yang tidak segera memperoleh perawatan. Gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja hingga bertahun-tahun tanpa perawatan dari dokter dapat memicu munculnya sebuah rongga yang disebut kista gigi. Untuk itulah sebaiknya jangan menganggap remeh gigi berlubang terlebih jika gigi tersebut mengalami rasa sakit atau nyeri.

  1. Kelainan Pertumbuhan Gigi

Penyebab munculnya kista di gigi juga bisa disebabkan oleh kelainan pertumbuhan gigi seperti gigi yang tumbuh tidak sempurna serta tertanam di area gusi dengan posisi yang salah atau tidak beraturan. Kista gigi berbeda dengan abses gigi yang biasanya ditandai dengan adanya infeksi parah dan muncul nanah dari sekitar gusi atau gigi. Untuk kista gigi ini justru terjadi tanpa disadari oleh penderitanya karena pertumbuhannya yang ada dalam gusi dan terkadang tidak menimbulkan pembengkakan di luar gusi. Namun penderita kista gigi sebaiknya perlu waspada karena kista ini akan menimbulkan rasa nyeri, sakit di bagian gigi, gangguan fungsi gigi hingga gangguan di bagian rahang. Keluhan tersebut menjadi semakin berat jika Anda tidak segera memeriksakan gigi ke dokter untuk memperoleh penangana secara cepat dan tepat.

 

Dampak Kista di Gigi

Apabila kisat di gigi tidak ditangani secara cepat dan tepat maka bisa menimbulkan kelainan perkembangan gigi bagi penderitanya. Berikut beberapa dampak kista gigi yang perlu diwaspadai:

  • Kista di gigibisa menyebabkan terjadinya pergeseran benih gigi tetap yang ada di bawahnya sehingga gigi akan tumbuh ke arah yang salah dan terlihat tak beraturan.
  • Benih gigi kemungkinan akan mati atau non vital.
  • Gigi yang telah mati dapat mengalami perubahan warna menjadi kehitaman atau diskolorasi. Tetapi saat gigi tersebut tetap dipertahankan maka harus memperoleh perawatan khusus saraf gigi.

 

Pencegahan dan Pengobatan Kista Gigi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kista di gigi memang tidak mudah terdeteksi pertumbuhannya sebelum dilakukan pemeriksaan gigi. Bahkan kista gigi ini juga dapat tumbuh secara tersembunyi dalam gusi dalam kurun waktu yang lama hingga bertahun-tahun.

Meskipun kista gigi bisa muncul tanda disadari, namun kista ini masih bisa dicegah sejak dini. Caranya yaitu dengan melakukan perawatan gigi secara rutin yang meliputi menggosok gigi 2 kali sehari dengan benar, rutin membersihkan memakai benang minimal satu kali sehari dan menghindari makanan yang manis maupun jenis makanan lain yang dapat merusak gigi. Selain itu, Anda juga harus rutin memeriksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali.

Bagi Anda yang sudah terlanjur mengalami kista di gigi sebaiknya segera lakukan pengobatan secara tepat dengan mengunjungi dokter spesialis bedah mulut atau dokter gigi. Tindakan tersebut bertujuan untuk pengangkatan kista gigi supaya dokter gigi bisa memeriksa secara detail. Selain itu, melalui pemeriksaan tersebut dokter dapat membantu memperbaiki jaringan gusi yang rusak karena kista sekaligus mencegah agar kista baru tidak muncul.

Kista di gigi merupakan salah satu jenis penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan rasa sakit serta dampak yang kurang bagus bagi gigi. Namun tak perlu khawatir karena kista gigi bisa dicegah dan diobati sejak dini dengan mengunjungi dokter gigi secara rutin serta menerapkan kebiasaan perawatan gigi di rumah secara benar.

Leave a Comment

Your email address will not be published.