PT Tiga Puspa

Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Kista Ateroma

Kista ateroma merupakan benjolan jinak/ kantong tertup dengan sebum atau minyak di dalamnya. Benjolan tersebut juga memiliki butiran kecil keratin di bagian balik permukaan kulit. Kista ini terbentuk karena kelenjar minyak pada kulit mengalami penyumbatan dan biasanya bisa disembuhkan dengan cara operasi kecil maupun laser.

Bentuk kista ateroma mirip seperti tonjolan yang biasanya muncul pada bagian kulit kepala, wajah, tengkuk, leher maupun bagian tubuh yang lain. Penyebab utama adanya kista ateroma yaitu karena folikel rambut atau kelenjar keringat mengalami sumbatan. Kondisi kista ini dengan ukuran yan kecil cenderung tidak mengakibatkan rasa nyeri. Namun jika ukuran kista semakin besar dapat mengakibatkan penderita tidak nyaman dan terganggu.

Bahkan, jenis kista ini yang semakin besar dapat menimbulkan rasa sangat nyeri. Kista ini cenderung lebih beresiko tumbuh di tubuh orang yang sering mengalami masalah jerawat.

 

Penyebab Kista Ateroma

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwasanya penyebab utama terjadinya kondisi kista ini adalah akibat dari saluran minyak atau kelenjar sebasea mengalami penyumbatan atau kerusakan.  Kondisi ini menjadikan kista ateroma juga disebut dengan sebutan kista sebasea.

Adapun kelenjar sebasea sendiri adalah kelenjar yang mengeluarkan sebum atau minyak, dimana minyak tersebut berguna untuk melapisi rambut dan juga kulit.

Disamping itu, penyebab terjadinya kerusakan ataupu penyumbatan di kelenjar sebasea merupakan riwayat cidera misalnya jerawat yang ada di sekitar kista, goresan, ataupun luka bekas tindakan operasi.

Meskipun demikian, jenis kista ini cenderung tumbuh sangat lambat sehingga penderita kadang tidak menyadari bahwa dia sudah mengalami kondisi kista ini dalam waktu yang mungkin sudah cukup lama.

Selain terjadi karena adanya penyumbatan pada kelenjar sebasea, kondisi kista ini juga bisa diakibatkan oleh faktor lainnya. Misalnya karena adanya kerusakan sel-sel kulit setelah melakukan operasi, adanya kerusakan saluran kelenjar sebasea, bisa juga karena faktor genetik, pertumbuhan tumor, kecacatan sel tubuh, infeksi, peradangan kronis.

Aadanya luka maupun trauma yang mengakibatkan pecahnya pembuluh darah, parasit dan juga sumbatan saluran tubuh yang memicu penimbunan kelenjar juga merupakan penyebab terjadinya kondisi kista ini.

 

Gejala Kista Ateroma

Sehubungan dengan perkembangan kondisi penyakit ini cenderung sangat lambat, mayoritas penderita baru sadar kekita penyakit menjadi semakin parah. Berikut ini beberapa gejala dari kondisi kista ini yang seharusnya diwaspadai dan tidak dianggap remeh:

  • Munculnya benjolan kecil pada bagian bawah kulit, biasanya pada bagian leher atau wajah
  • Komedo hitam mulai bermunculan yang akhirnya dapat menyumbat pusat dari kista
  • Muncul cairan tebal dengan warna kekuningan serta berbau dan mengalir dari penyakit kista yang berkembang
  • Kemerahan, bertekstur lembut pada bagian yang terinfeksi atau meradang dan area tubuh menjadi nampak bengkak

 

Cara Mengobati Kista Ateroma

Mayoritas kasus kista ini tidak mengakibatkan masalah lain dan terbilang dapat hilang dengan sendirinya. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun sebagai upaya pencegahan terjadinya infeksi ataupun bekas luka maka usahakan untuk tidak memencet kista.

Disamping itu, bagi penderita kista ini bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit ini dengan mengompres bagian kista menggunakan handuk lembut yang dibasahi denan air hangat. Dengan demikian, cairan kista akan lebih mudah keluar dan dapat sembuh secara perlahan.

Namun, jika ukuran kista ini menjadi lebih besar dan mengakibatkan gejala yang cukup mengganggu, maka kunjungi dokter dengan segera untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh dokter sebagai upaya untuk pengobatan kista ateroma.

  1. Injeksi

Proses pengobatan ini dilakukan oleh dokter dengan menyuntik bagian kista ateroma menggunakan obat yang bisa meringankan pembengkakan maupun peradangan.

  1. Penyedotan dan insisi

Dalam tahapan ini dokter biasanya memberi sayatan kecil pada bagian kista serta mengeluarkan isi kista dengan perlahan. Cara ini cenderung lebih mudah untuk diterapkan, namun resiko kista muncul kembali tidak bisa dihindari. Jadi harus tetap waspada dan selalu berhati-hati.

  1. Laser

Dokter memakai laser untuk membuat lubang pada kista lalu mengeluarkan isinya. Umumnya, kulit kista dapat hilang dalam kurun waktu satu bulan kemudian. Namun hal ini juga berbeda bagi masing-masing orang yang pernah mengalami pengobatan kista dengan laser.

  1. Operasi minor

Cara mengobati kista ini selanjutnya adalah dengan menggunakan operasi minor. Tindakan ini dilakukan dengan membuang seluru kista. Metode ini dinyatakan efektif dan aman untuk mengatasi kista dan mencegahnya datang kembali.

Demikian informasi seputar kista ateroma yang bisa anda jadikan referensi untuk menyetahui apa penyebabnya, gejala dan juga cara mengobatinya. Meskipun bukan termasuk penyakit kronis, namun kondisi ini tentunya membuat tubuh penderita menjadi tidak nyaman. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menjaga pola hidup yang sehat agar tubuh kita selalu terjaga dari gangguan berbagai macam penyakit.

Leave a Comment

Your email address will not be published.