PT Tiga Puspa

Sejarah Hari AIDS dan Permasalahannya di Berbagai Negara Dunia

Sejarah Hari AIDS dan Permasalahannya di Berbagai Negara Dunia

 

Hingga detik ini, penyakit AIDS (Acquired Immune Defficiency Syndrome) merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Kondisi ini kemudian diperparah dengan jumlah penderita AIDS yang setiap tahun mengalami pertambahan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya hidup tidak sehat seperti menggunakan jarum suntik bergantian hingga seks bebas. Dari sinilah kemudian muncul perayaan hari AIDS sedunia.

Secara umum, perayaan hari AIDS sedunia ini jatuh di setiap tanggal 1 Desember. Maksud dan tujuan diadakannya peringatan tersebut adalah untuk menumbuhkembangkan kesadaran setiap orang akan bahaya dari penyakit AIDS itu sendiri. Dunia menghimbau kepada semua orang untuk selalu menjalani gaya hidup sehat dan selalu setia terhadap pasangan.

Namun demikian, sekalipun pemerintah dunia menggembor-gemborkan ajakan tersebut, namun masih banyak ditemukan kasus AIDS yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

 

Mengungkap sejarah di balik hari AIDS dunia

Di balik perayaan hari AIDS sedunia, ternyata tersimpan sejarah panjang yang menyebutkan bahwa perayaan tersebut pada dasarnya muncul dari pemikiran James W. Bunn. Bunn yang memiliki rekan yang bernama Thomas Netter beranggapan jika perlu diadakannya sebuah peringatan seperti halnya Thanksgiving yang menyikapi banyaknya kasus AIDS di dunia pada tahun 1984.

Dalam hal ini, mereka juga berdiskusi mengenai pidato dari Direktur Jendral WHO yang mengungkapkan jika perlu diadakannya mobilisasi global dalam menyikapi permasalahan AIDS. Dari sinilah kemudian perayaan hari AIDS sedunia berawal ketika Bunn dan juga Netter menganggap jika rencana mobilisasi global terbilang sangat efektif untuk memberikan edukasi kepada setiap orang di seluruh dunia terkait dengan bahaya AIDS.

Untuk itu, sebuah perayaan kemudian ditetapkan sebagai bentuk harapan atas kesadaran akan AIDS dan pada akhirnya Bunn dan juga Netter mengungkapkan gagasan tersebut kepada Dr. Jonathan Mann yang merupakan direktur dari program AIDS global pada bulan Agustus 1987 dan beruntung Mann menyetujuinya.

Sebagai titik awal atas perayaan hari AIDS sedunia, pada 1 Desember 1988 merupakan perayaan hari AIDS yang pertama kali. Pemilihan tanggal tersebut disebabkan karena pemilihan presiden Amerika Serikat telah selesai diselenggarakan dan media dunia bisa beralih untuk memfokuskan diri atas perayaan tersebut sebelum perayaan Natal tiba.

Semenjak itu, kampanye terkait AIDS dilakukan di bawah naungan pihak PBB sehingga kini setiap 1 Desember sudah ditetapkan sebagai hari AIDS dunia.

 

Negara dengan jumlah pasien AIDS terbanyak di dunia

Seiring dengan diselenggarakannya perayaan hari AIDS sedunia, masih ditemukan banyak sekali kasus AIDS yang beruhungan erat dengan HIV di berbagai negara dunia. Selain minimnya pemahaman atas berbagai resiko yang sangat besar kemungkinannya harus ditanggung, lingkungan juga menjadi faktor lain yang menyebabkan maraknya permasalahan tersebut.

Berikut beberapa negara yang memiliki kasus AIDS tertinggi di dunia yang bisa dijadikan sebagai pelajaran kelak.

  1. Lesotho dan Switzerland

Berada di benua Afrika, negara kecil yang satu ini ternyata memiliki jumlah pengidap ADIS yang sangat banyak dan hal ini disebutkan oleh World Fact Book Central Intelligence Agency.

Tidak hanya itu saja, terlepas dari perayaan hari AIDS sedunia, menurut laporan yang diterbitkan oleh Institute for Health Matrics and Evaluation mengungkapkan jika setidaknya 540 orang per 100.000 jiwa penduduk dilaporkan meninggal karena AIDS pada tahun 2010 silam.

  1. Afrika Selatan

Masih tetap berada di benua Afrika, disebutkan bahwa wilayah Afrika bagian selatan konon menjadi rumah bagi para penderita AIDS. Tanpa mengabaikan perayaan hari AIDS dunia, dikatakan bahwa setidaknya 53 juta jiwa penduduknya mengidap permasalahan AIDS. Selain itu, pada bulan Januari 2015 silam, penyakit HIV/AIDS dianggap sebagai penyebab kematian utama di kalangan masyarakatnya.

  1. Zimbabwe

Selain dua negara tersebut di atas, Zimbabwe juga merupakan negara di Afrika yang memiliki permasalahan AIDS cukup signifikan. Sekalipun diadakannya perayaan hari AIDS dunia, disebutkan bahwa pada tahun 2010 silam, 318 dari total 100.000 orang meninggal karena AIDS.

Angka tersebut kemudian mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga 520 orang per 100.000 pada tahun 2013. Bahkan, pada tahun 2014, penyakit ini dianggap sebagai penyebab kematian utama di negara tersebut.

  1. Malawi

Negara di Afrika yang juga memiliki jumlah kasus AIDS yang cukup banyak selanjutnya adalah Malawi. Memiliki jumlah penduduk kurang dari 18 juta, kasus AIDS di negara ini mencapai 300 kematian untuk setiap 100.000 orang pada tahun 2010. Angka tersebut sangatlah tinggi ketika dibandingkan dengan jumlah penduduk di negara tersebut.

Permasalahan AIDS memang sangat memprihatinkan di balik diselenggarakannya perayaan hari AIDS sedunia. Di balik maraknya masyarakat yang menganjurkan untuk menjauhi berbagai penyebab AIDS, nyatanya masih banyak orang yang terus menerus melakukan berbagai penyebab terjangkitnya AIDS. Jika sudah demikian, kesadaran diri menjadi hal penting untuk dimiliki sebagai cara agar terhindar dari permasalahan AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.